Barantin Gagalkan Penyelundupan 5 Satwa Dilindungi di Papua

Gardaanimalia.com - Balai Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan menggagalkan penyelundupan 5 satwa dilindungi di Pelabuhan Pomako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Rabu (18/9/2024).
Kelima satwa itu terdiri dari empat ekor kuskus wilayah timur (Phalanger intercastellanus) dan satu ekor burung kasuari jenis gelambir ganda (Casuarius casuarius).
Kasus ini terungkap saat petugas sedang melakukan pengawasan terhadap alat angkut KM Sabuk Nusantara 75.
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Papua Tengah Ferdi mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat akan adanya upaya penyelundupan satwa di Pelabuhan Pomako.
“Awalnya, petugas (Karantina) mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada kotak kayu yang dicurigai membawa hewan hidup,” ucap Ferdi dikutip dari Timor Line.
Kotak berisi satwa dilindungi itu baru akan diselundupkan pada dini hari melalui KM Sabuk Nusantara 75 yang berasal dari Kaimana.
Ferdi menambahkan, selama proses pemeriksaan, petugas tidak menemukan surat izin atau dokumen kelengkapan karantina untuk membawa satwa tersebut. Kelima satwa itu akhirnya diamankan petugas.
“Tidak dilengkapi dokumen karantina dan juga persyaratan lainnya, seperti Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Liar Dalam Negeri (SATS-DN),” sambungnya.
Upaya penyelundupan itu, kata Ferdi, telah melanggar UU Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, serta UU Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Peran Aktif Masyarakat Dibutuhkan
Sementara itu, Kepala Balai Karantina Indonesia Sahat M. Panggabean mengatakan, pihaknya mengapresiasi masyarakat yang berperan dalam melaporkan tindak pidana karantina.
“Semoga peran aktif masyarakat terus bersinergi dengan Karantina, salah satunya dalam hal pengawasan. Menjaga kelestarian sumber daya alam merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Sahat.
Berdasarkan data dari Balai Karantina Papua Tengah, telah terjadi tujuh kasus penahanan Media Pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) selama periode Januari - Agustus 2024. Kasus penyelundupan yang saat ini menjadi kasus yang kedelapan.

Tahap Kedua Pelepasliaran, 182 Ekor Kura-Kura Moncong Babi kembali ke Alam
30/04/25
Dua Pelaku Perdagangan Organ Satwa Dilindungi Diserahkan ke JPU
30/04/25![[Infografis] Hiu Tutul dan Kemunculannya di Jawa Timur](https://gardaanimalia.cloudapp.web.id/uploads/1744790117_ebae26a40ee2dbd50796.jpg)
[Infografis] Hiu Tutul dan Kemunculannya di Jawa Timur
16/04/25
Gakkum Beroperasi, Puluhan Tengkorak Satwa Liar jadi Barang Bukti
20/03/25
Berang-Berang Bukan Peliharaan! Kenali 4 Jenis yang Hidup di Indonesia
14/03/25
Sebanyak 243 Reptil Diselundupkan, 40 Persen di Antaranya Mati
10/03/25
Pembangunan Suaka Badak Sumatera di Aceh Timur Segera Rampung

Saksi Nyatakan Sisik Trenggiling Tidak Terdaftar sebagai Barbuk di Polres Asahan

Bukan hanya Sisik, Alex Tanyakan Kulit Harimau pada 2 Anggota TNI

Tahap Kedua Pelepasliaran, 182 Ekor Kura-Kura Moncong Babi kembali ke Alam

Dua Pelaku Perdagangan Organ Satwa Dilindungi Diserahkan ke JPU

Seri Macan Tutul Jawa: Upaya Yayasan SINTAS Selamatkan Predator Puncak Tersisa di Jawa

Perburuan Burung di TN Ujung Kulon Berujung 2 Tahun Pidana

Bripka Alfi Siregar ‘Amnesia’ di Pengadilan, Hakim Dorong Penetapannya jadi Tersangka

Batal Vonis Bebas, Willy Pembeli Cula Badak Dibui 1 Tahun

Kabar Baru, Pria asal AS Dijatuhkan Hukuman atas Kasus Penyiksaan Monyet

Jadi Saksi Ahli, Hinca Panjaitan Pakai Kaos Save Trenggiling ke Pengadilan

Konflik kembali Terjadi, Ternak Warga Ditemukan Mati di Area Sawah

Disebut Dapat ‘Bagian’ dari Perdagangan Sisik Trenggiling, Hakim Minta Kanit Polres Asahan Dipanggil

Serka Yusuf dan Serda Dani Jemput 1,2 Ton Sisik Trenggiling dari Polres Asahan di Malam Hari

Terdakwa Kasus 292,3 Kilogram Sisik Trenggiling Divonis Bebas!

Penyelundupan Ratusan Reptil Ilegal Berhasil Digagalkan di Pelabuhan Bakauheni

Muncul di Kuningan, BKSDA Sarankan Pengusiran Mandiri

Niagakan 165 Kilogram Sisik Trenggiling, 1 Tersangka Ditangkap dan Lainnya dalam Pengejaran

Persidangan Ungkap Fakta, 1,2 Ton Sisik Diduga Berasal dari Gudang Polres

Menyoroti Kaburnya Monyet di BPBD Kabupaten Tangerang dan Pentingnya Kesejahteraan Satwa Liar
